Senin, 31 Oktober 2011

Populasi dan Sampel Penelitian



a.      Pengertian populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.[1]
Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga objek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subjek atau objek itu.
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian, jadi penelitian populasi adalh penelitian yang dilakukan dengan menggunakan semua subjek penelitian sebagai sumber data, sehingga hasil penelitiannya disebut dengan penelitian populasi.   
Populasi dengan karakteristik tertentu ada yang jumlahnya terhingga dan ada yang tidak terhingga. Penelitian hanya dapat dilakukan pada populasi yang jumahnya terhingga saja. Penelitian  biasanya dilakukan tidak pada semua populasi, hal ini mengingat terbatasnya waktu, biaya dan tenaga. Sehingga penelitian dilakukan hanya pada sebagian dari populasi saja, disebut dengan sampel.
b.      Pengertian Sampel
Penelitian   biasanya dilakukan tidak pada semua populasi, hal ini mengingat terbatasnya waktu, biaya dan tenaga. Sehingga penelitian dilakukan hanya pada sebagian dari populasi saja, disebut dengan sampel.
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki populasi. Bila populasi besar peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada di populasi.
Penelitian sampel adalah penelitian yang dilakukan pada sampel yang dipilih dengan telnik tertentu yang hasilnya dapat digeneralisasikan.yang dimaksd digeneralisasikan disini adalah hasil penelitiannya dapat memiliki karakteristik yang sama. Penelitian sampel yang menjadi datanya adalah sampelnya.[2]

c.       Teknik sampling
Teknik sampling merupakan teknik pengambilan sampel . langkah-langkah yang harus ditempuh sebelum mengambil sampel;
1.      Menentukan tujuan penelitian, tujuan penelitian berkaitan erat dengan sampel yang akan digunakan.
2.      Menentuan populasi penelitian.
3.      Menentukan jenis data yang akan dibutuhkan.
4.      Menentukan taraf arti atau tingkat kepercayaan (level of significance) yang digunakan.
5.      Menentukan metode penelitian
6.      Menentukan teknik sampel yang diperlukan
7.      Memilih sampel.
Ada beberapa teknik sampling:
1)      Random sampling
Random sampling adalah tata cara pengambilan sampel dimana semua memperoleh kesempatan yang sama untuk dipilih. Tata cara pengambilan sampel dengan random samping adalah:
·         Memberi nomor pada semua populasi penelitian
·         Melakukan random untuk memilih sampel penelitian
2)      Sampel berstrata, atau stratified sampel
Sampel berstrata digunakan bila pada subyek erdapat perbedaan ciri atau karakteristik antara strata-strata yang ada dan perbedaan tersebut dapat mempengaruhi variabel
3)      Sampel wilayah atau probability sample
Digunakan bila penelitian memiliki perbedaan wilayah, dimana wilayah yang satu memiliki ciri yang berbeda dengan wilayah yang lain. Jadi sampel wilayah adalah tata cara pengambilan sampel dari wilayah yang terdapat dalam populasi.

4)      Sampel proporsi atau proportional sample
Merupakan teknik sampling tang digunakan untuk melengkapi teknik sampling berstrata dan teknik sampling wilayah.
5)      Sampel bertujuan atau sampel purposive sample
Yakni pengambilan sampel berdasarkan tujuan tertentu, bukan atas dasar strata, random dan wilayah penelitian.
6)      Sampel kuota atau quota smple
Teknik ini dilakukan berdasarkan jumlah yang sudah ditentukan tanpa menghiraukan dari man asal subyek, yang penting terpenuhinya jumlah quantum yang telah ditetapkan.
7)      Sampel kelompok atau cluster sample
8)      Sampel kembar atau double sample

d.      Ukuran sampel
Dalam penelitian deskriptif ada yang berpendapat bahwa jumlah sampel minimal 15% atau 20%. Penempatan angka persentase tersebut dapat dipedomani jika populasi benar-benar homogen. Namun bila populasinya sangat heterogen maka perlu dipertimbangkan lagi menggunakan 15% atau 20%. Penepatan ukuran sampel dari populasi dapat juga menggunakan rumus slovin sebagai berikut:

n =

dimana:
n = ukuran sampel
N = ukuran populasi
E = nilai kritis (batas ketelitian) yang diinginkan

Bila teknik pengambilan pengambilan sampelnya menggunakan proporsional maka rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:

n
dimana:
n = jumlah sampel minimal
p = proporsi kelompok pertama
q = proporsi kelompok kedua = (1-p)
   = taraf signifikansi
Z1/2 = nilai z tabel

e.       Error Sampling
Error sampling dihitung berdasarkan selesih antara mean populasi dan mean sampel. Semakin besar selisih mean sampel denga mean populasi maka semakin besar error samplingnya. Sebaliknya semakin sedikit selisih mean sampel dengan mean populasinya maka error sampelnya semakin kecil, apabila mean sampel dan mean populasinya sama maka error sampelnya adalah nol.[3]







[1] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, 2011, Bandung: Alfabeta, hal 117
[2] Hartono, metode penelitian, 2011, pekanbaru: zanafa pubishing, hal 46
[3] Hartono, metode penelitian, 2011, Pekanbaru: zanafa publishing, hal 52-54

Tidak ada komentar:

Posting Komentar